BAB I. MEKANISME SEL MITOSIS DAN MEIOSIS DAUR PERKEMBANGBIAKAN

September 16, 2009 at 8:38 am Tinggalkan komentar

1. Kromosom

Kromosom adalah kromatin yang merapat, memendek dan membesar pada waktu terjadi proses pembelahan dalam inti sel (nucleus), sehingga bagian – bagiannya dapat terlihat dengan jelas di bawah mikroskop biasa. Kromosom berasal dari kata chroma = berwarna, dan soma = badan. Terdapat di dalam plasma nucleus, berupa benda – benda berbentuk lurus seperti batang atau bengkok, dan terdiri dari bahan yang mudah mengikat zat warna.

1.1. Morfologi Kromosom

Kromosom dapat dilihat dengan mudah, apabila menggunakan teknik pewarnaan khusus selama nukleus membelah. Hal ini karena pada saat itu kromosom mengadakan kontraksi sehingga menjadi lebih tebal, dan dapat mengisap zat warna lebih baik. Ukuran kromosom bervariasi bagi setiap species. Panjangnya berkisar antara 0,2 – 50 mikron, diameternya antara 0,2 – 20 mikron dan pada manusia mempunyai panjang 6 mikron.

1.2. Bagian Kromosom

Satu kromosom terdiri dari 2 (dua) bagian :

1). Sentromer, disebut juga kinetochore, merupakan bagian kepala kromosom.   Fungsinya adalah sebagai tempat berpegangan benang plasma dari gelendong inti (spindle) pada stadium anafase. Sentromer tidak mengandung kromonema dan gen.

2). Lengan, ialah badan kromosom sendiri. Mengandung kromonema dan gen. Lengan memiliki 3 daerah :

a. Selaput, ialah lapisan tipis yang menyelimuti badan kromosom

b. Kandung / matrix, mengisi seluruh lengan, terdiri dari cairan bening

c. Kromonema, ialah benang halus berpilin – pilin yang terendam dalam kandung, dan berasal dari kromonema kromatin sendiri. Di dalam kromonema terdapat kromomer (pada manusia tidak jelas).

Bagian Lengan Kromosom

Melihat pada perbedaan banyaknya mengisap zat warna teknik mikroskopik, kromatin (kromosom yang sedang tidak mengalami proses pembelahan) dibedakan oleh E. Hertz (1928) atas :

1. Heterokromatin, ialah daerah kromatin yang relatif lebih banyak dan lebih mudah mengisap zat

warna dibandingkan dengan bagian lain dari lengan

2. Eukromatin, ialah daerah kromatin yang terang dan mengandung gen – gen yang sedang aktif. Pada satu kromatin, daerah hetero tersebar di antara eukromatin, paling banyak dekat sentromer.

Daerah heterokromatin sewaktu waktu dapat berubah menjadi eukromatin, bilamana gen – gennya berubah menjadi aktif. Sebaliknya daerah eukromatin dapat pula berubah menjadi heterokromatin, pada saat gen – gennya tidak aktif atau beristirahat. Dengan demikian dapatlah kita ketahui, bahwa suatu gen tidak selalu giat melakukan transkripsi, bergantung pada kebutuhan sel pada waktu bermetabolisme.

Berdasarkan letak sentromer, dan melihat panjang lengannya, maka kromosom dapat dibedakan

atas 4 macam :

a. Metasentris :

– sentromer : terletak median (kira – kira di tengah kromosom), sehingga kromosom terbagi menjadi dua

– lengan sama panjang dan mempunyai bentuk seperti huruf V

b. Submetasentris

– sentromer terletak submedian (ke arah salah satu ujung kromosom), sehingga kromosom terbagi menjadi dua bagian yang tidak sama panjang.

– lengan yang tidak sama panjang, dan mempunyai bentuk seperti huruf J

c. Akrosentris

– sentromer terletak subterminal (di dekat ujung kromosom), sehingga kromosom tidak membengkok melainkan tetap lurus seperti batang.

– Salah satu lengan kromosom sangat pendek, sedang lengan lainnya sangat panjan

d. Telosentris

– sentromer terletak di ujung kromosom, sehingga kromosom hanya terdiri dari sebuah lengan saja dan berbentuk lurus seperti batang.

2. Mitosis

Mitosis adalah pembelahan nukleus yang berasosiasi dengan pembelahan sel somatik yang menghasilkan dua sel baru yang identik dalam banyaknya kromosom dan identik dengan sel asalny

1). Profase

Pada periode profase kromosom memadat dan menebal, dan kromosom membelah meiajadi dua untai  kromatid kecuali sentromernya. Kedua untai kromatid yang masih terikat pada sentromernya dari setiap  kromosom menjadi tampak. Kromosom,bergerakmenuju ke tengah-tengah sel. Nukleolus dan membran nukleus menghilang. -Benang-benang gelenclong mulai dibuat.

2). Metafase

Selama metafase setiap individu kromosom yang telah menjadi dua kromatid bergerak menuju ke bidang  equatorial dari sel, dan benang gelendong melekat pada sentromer setiap kromosom.

3). Anafase

Periode ini dimulai ketika tiap pasang kromatid dari tiap kromosom berpisah ,masing-masing kromatid  bergerak menuju ke kutub yang herlawanan. Pemisahan ini dimulai dari sentromernya yang sekarang sudah  membelah. Ketika tiap kromatid bergerak, maka kedua lengannya, mengikuti sentromernya sehingga tampak bentuk-bentuk huruf V atau J dengan ujungnya yang bersentromer mengarah ke kutub. Sekarang banyaknya kromosom dalam sel menjadi 4N, dan kandungan DNA nya 4C.

4). Telofase

Membran nukleus terbentuk kembali pada sekitar masing-masing nukleus baru, kromosom mulai mengendur, dan nukleolus tampak kembali. Sel membelah men.jadi dua dengan terbentuknya dinding sel yang baru di bidang equator yang membagi sitoplasma menjadi dua.

3). Meiosis

Meiosis adalah proses ketika terjadi gametogenesis, yaitu ketika banyaknya kromosom per set berkurang  menjadi haploid. Meiosis  melibatkan  dua siklus pembelahan sel, dan hasilnya terbentuk empat sel Haploid. Seperti dalam mitosis, dalam Meiosis pun didahului oleh Premeiosis fase S, DNA  disintesis untuk terjadinya Meiosis. Karena Meiosis terdiri dari dua siklus pembelahan set, maka dibedakan adanya Meiosis I dan Meiosis II. Kejadian-kejadian dalam Meiosis I agak bebeda dari kejadian-kejadian  dalam Meiosis II, dan keduanya berbeda dari mitosis.

Tahap pembelahan meiosis dibagi ke dalam  tahapan-tahapan profase, metafase, anafase, dan telofase. Profase I adalah yang paling kompleks, dibagi-bagi lagi ke dalain leptoten, zigoten, pakhiten, diploten, dan diakinesis. Perhitungan bahwa proses ini merupakanproses yang dinamis, tidak terputus, dan tidak ada batas yang jelas.

1). Profase

a. Leptoten

Kromosom mulai dapat dilihat seperti benang, konstraksi kromosom terjadi dalam leptoten dan dalam seluruh profase 1. Struktur yang pada leptoten adalah munculnya penebalan di beberapa bag,ian  disepanjang kromosom seperti manik-manik pada kalung yang disebut luomomer. kromatid dari tiap kromosom belum bisa dibedakan.

b. Zigoten

Kromosom yang homolog mulai berpasangan. atau sinapsis, bentuk kompleks sinapsis antar  pasangan kromosom mulai tampak. Cara kromosom berpasanan dua-dua disebut bivalen.

c. Pakhiten

Kromosom homolog berpasangan semakin dekat dan sempurna, kromosoiA semakin menebal

d. Diploten

Tiap kromosom menjadi dua kromatid, sehingga pasangan kromosom yang bersinapsis terdiri dari satu berkas empat kromatid homolog. Dalam diploten pasangan kromosom mulai mengendur, dan tampak strulctur bentuk silang atau huruf X Yang disebut Kiasma antar kromatid bukan  kembarannya.

e. Diakinesis

Kromosom semakin tebal, dan agak sukar dibedakan dari diploten. Nukleolus dan membran nukleus mulai menghilang, dan kiasma tampak bergerak menuju ke ujung kromosom dalam tiap bivalen.

2). Metafase I

Tiap pasangan kromosom homolog berada pada bidang equator. Sentromer,tiap kromosom dari tiap  pasang kromosom homolog terikat oleh benang gelendong yang berasal dari kutub yang berlawanan. Sentromer tidak membelah dan ini salah satu perbedaan dari mitosis.

3). Anafase I

Seperti dalam mitosis, anafase dim’ulai ketika kromosom bergerak ke yang berlawanan. Tiap kromosom dari tiap pasang kromosom homolog bergerak ke kutub yang berlawanan. Masing-masing kutub  mendapat banyaknya kromosom separuh (1N).

4). Telofase I

Kromosom mengendur dan membran nukleus; mungkin terbentuk sitokinesis, pembelahan sel menjadi  dua sel baru mungkin terjadi mungkin tidak bergantung spesiesnya. Jika terjadi sitokinesis, maka akan dihasilkan dua sel yang masing-masing berisi 1N kromosom dan 2C DNA. Jika tidak terjadi sitokinesis,  maka. sel tetap mengandung 2N kromosom dan 4C DNA.

5). Interfase.

Periode ini sangat singkat, dan mungkin tidak ada. Kromosom tidak bereplikasi karena replikasi sudah terjadi

Meiosis II

1). Profase I

Membran muldeus jika ada akan hancur dan benang-benang gelendong terbentuk. Pada tumbuhan yang sitokinesisnya tidak terjadi pada telofase 1, benang-benang gelendong harus tegak lurus pada keadaan anafase I agar terbentuk hasil meiosis yang normal. Kromosom mulai berkonstraksi dan menebal

sehingga memperlihatkan banyaknya kromosom haploid (IN)

2). Metafase II.

Kromosom yang berupa. 2 kromatid berada pada bidang equator, dan pada, masing-masing sentromerriya melekat benang-benang gelendong dari kutub yang berlawanan. Keadaan kromosom pada metafase II serupa dengan keadaan kromosom pada metafase mitosis, hanya berbeda banyaknya kromosom tinggal separuh (IN).

3). Anafase II.

Sentromer terbelah dua dan masing-masing kromatid tertarik oleh benang gelendong ke kutub yang  berlawanan.

4). Telofase II.

Pembelahan sel terjadi sehingga dihasilkan 4 sel haploid (IN). Membran nukleus dan nukleolus terbentuk  kembali, kromosom mengendur dan mulai tidak tampak.

Entry filed under: GENETIKA. Tags: .

VI. MANFAAT NANAS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Top Rated

Feeds

Klik tertinggi

  • Tak ada

Blog Stats

  • 73,105 hits

%d blogger menyukai ini: