IV. HAMA DAN PENYAKIT

September 14, 2009 at 1:46 pm Tinggalkan komentar

1. Hama

a).  Penggerek buah (Thecla basilides Geyer)

Ciri:

Kupu-kupu berwarna coklat dan kupu-kupu betina meletakkan telurnya pada permukaan buah, kemudian menetas menjadi larva; bentuk larva pada bagian tubuh atas cembung, bagian bawah datar dan tubuh tertutup bulu-bulu halus pendek.

Gejala:

Menyerang buah dengan cara menggerek/melubangi daging buah; buah nanas yang diserang hama ini berlubang dan mengeluarkan getah, kemudian membusuk karena diikuti serangan cendawan atau bakteri.

Pengendalian:

(1) Non kimiawi dengan menjaga kebersihan kebun serta membuang bagian tanaman yang terserang hama;

(2) Kimiawi dengan menyemprot insektisida yang mangkus dan sangkil, seperti Basudin 60 EC atau Thiodan 35 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.

b).  Kumbang (Carpophilus hemipterus L.)

Ciri:

Berupa kumbang kecil, berwarma coklat/hitam; larva berwarna putih kekuningan, berambut tipis, bentuk langsing berkaki 6.

Gejala:

Menyerang tanaman nanas yang gluka sehingga bergetah dan busuk oleh mikroorganisme lain (cendawan dan bakteri).

Pengendalian:

Dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun dan pemberian insektisida.

3) Lalat buah (Atherigona sp.)

Ciri:

Lalat berukuran kecil, meletakkan telur pada bekas luka bagian buah, kemudian menjadi larva berwarna putih.

Gejala:

merusak/ memakan daging buah hingga menyebabkan busuk lunak.

Pengendalian:

(1) non kimiawi dengan menjaga kebersihan kebun, membuang buah yang terserang lalat buah;

(2) kimiawi dengan cara disemprot insektisida yang mangkus dan sangkil, seperti Thiodan 35 EC atau Basudin EC pada konsentrasi yang dianjurkan.

4) Thrips (Holopothrips ananasi Da Costa Lima)

Ciri:

Tubuh thrips berukuran sangat kecil panjang sekitar 1,5 mm, berwarna coklat, dan bermata besar.

Gejala:

menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan sel daun sehingga menimbulkan bintik-bintik berwarna perak; pada tingkat serangan yang berat menyebabkan pertumbuhan tanaman muda terhambat.

Pengendalian:

(1) secara non kimiawi dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun dan mengurangi ragam tanaman inang;

(2) secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan insektisida: Mitac 200 EC atau Dicarol 25 SP pada konsentrasi yang dianjurkan.

5) Sisik (Diaspis bromeliae Kerne)

Ciri:

Serangga berukuran kecil diameter ± 2,5 mm, bulat dan datar, berwarna putih kekuningan/keabu-abuan, bergerombol menutupi buah dan daun, sehingga menyebabkan ukuran buah kecil dan pertumbuhan tanaman terhambat.

Pengendalian:

Dapat disemprot dengan insektisida Decis 2,5 EC atau Curacron 500 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.

6) Ulat buah (Tmolus echinon L)

Ciri:

Serangga muda/dewasa berupa kupu-kupu berwarna coklat serta larva/ulat tertutup rambut halus dan kepalanya kecil.

Gejala:

menyerang buah nanas dengan cara menggerek dan membuat lubang yang menyebabkan buah berlubang, bergetah dan sebagian buah memotong bagian tanaman yang terserang berat.

Pengendalian :

dilakukan dengan mengumpulkan/membunuh ulat secara mekanis, serta disemprot insektisida: Buldok 25 EC atau Thiodan 35 EC pada konsentrasi yang dianjurkan

7) Hama lain:

rayap, tikus, nematoda, bintil akar dan kutu tepung jeruk juga kadang- kadang menyerang tanaman nanas.

2. Penyakit

1).  Busuk hati dan busuk akar

Penyebab:

Cendawan Phytophthora parasitica Waterh dan P. cinnamomi Rands. Penyakit busuk hati disebut hearth rot, sedangkan busuk akar dinamakan root rot. Penyebaran penyakit dibantu bermacam-macam tanaman inang, air yang mengalir, alat-alat pertanian, curah hujan tinggi, tanah yang mengandung bahan organik dan kelembaban tanah tinggi antara 25-35 derajat C.

Gejala:

Pada daun terjadi perubahan warna menjadi hijau belang-belang kuning dan ujungnya nekrotis; daun-daun muda mudah dicabut bagian pangkalnya membusuk dengan bau busuk berwarna coklat, dan akhirnya tanaman mati; pembusukan pada system perakaran.

Pengendalian:

(1) non kimiawi dilakukan dengan cara perbaikan drainase tanah, mengurangi kelembapan sekitar kebun, dan memotong/mencabut tanaman yang sakit;

(2) kimiawi dengan pencelupan bibit dalam larutan fungisida sebelum tanam, seperti Dithane M-45 atau Benlate.

2) Busuk pangkal

Penyebab:

cendawan Thielaviopsis paradoxa (de Seyn) Hohn atau Ceratocystis paradoxa (Dade) C. Moreu. Penyakit ini sering disebut base rot. Penyebaran penyakit dibantu tanaman inangnya, adanya luka-luka mekanis pada tanaman, angin, hujan dan tanah. Gejala:

pada bagian pangkal batang, daun, buah dan bibit menampakkan gejala busuk lunak berwarna coklat atau hitam, berbau khas, atau bercak-bercak putih kekuning-kuningan.

Pengendalian:

(1) non kimiawi dengan melakukan penyimpanan bibit sementara sebelum tanamn agar luka cepat sembuh, menanam bibit pada cuaca kering, dan menghindari luka-luka mekanis;

(2) kimiawi dengan perendaman bibit dalam larutan fungisida Benlate.

3) Penyakit Lain

Penyakit adalah busuk bercak gabus pada buah disebabkan oleh cendawan Pinicillium funiculosum Thom, busuk bibit oleh cendawan Pythium sp., layu dan bercak kuning oleh virus yang belum diketahui secara pasti jenisnya.

Pengendalian:

Harus dilakukan secara terpadu, meliputi penggunaan bibit yang

sehat, perbaikan kultur teknik budidaya secara intensif, pemotongan/pencabutan

dan pemusnahan tanaman yang sakit.

3. Gulma

Penurunan produksi nanas dapat disebabkan oleh banyak dan dominannya gulma karena pemberian mulsa yang kurang baik sehingga pertumbuhan rumput subur.

Artikel Terkait :

I. Sejarah, Klasifikasi dan Morfologi Nanas

II. Jenis dan Syarat Tumbuh Nanas

III. Teknik Budidaya Nanas

IV. Hama dan Penyakit

V. Panen dan Pasca Panen Nanas

VI. Manfaat Nanas

Entry filed under: Teknik Budidaya. Tags: .

III. TEKNIK BUDIDAYA NANAS V. PANEN DAN PASCA PANEN NANAS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Top Rated

Feeds

Klik tertinggi

  • Tak ada

Blog Stats

  • 73,105 hits

%d blogger menyukai ini: