SUHU UDARA TANAH

September 14, 2009 at 11:46 am Tinggalkan komentar

Suatu benda bila di panaskan maka pergerakan molekul-molekulnya makin intensif hingga muatan energi kinetisnya bertambah dan mengakibatkan suhu akan naik. Jumlah muatan energi kinetis molekul-molekul benda di sebut panas dan di nyatakan dengan satuan kalori. Suhu adalah tingkat kemampuan benda dalam hal memberikan atau menerima panas. Suhu seringkali juga di artikan sebagai energi kineris rata-rata suatu benda. Satuan untuk suhu adalah derajat suhu.

1. Skala suhu

Sampai saat ini masih terdapat 4 skala suhu yang terkenal yaitu

1)      Fahrenheit (oF)

2)      Celcius (oC)

3)      Reamur (oR)

4)      Kelvin(oK)

Satuan Fahrenheit banyak di gunakan oleh Negara berbahasa inggris, sedangkan celcius yang paling luas di gunakan dan merupakan system yang di anjurkan WMO., karena di anggap praktis di bidang Meteorologi dan Klimatologi. Satuan reamur yang di gunakan dan system Kelvin yang di gunakan sebenarnya sama skalanya dengan celcius hanya berbeda dalam hal pengembalian dasar titik nol derajat. Derajat Kelvin di anggap sebagai nol derajat yang nilainya 273 skala di bawah 0oC. Penggunaan satuan oK lebih praktis dalam perhitungan suhu rendah.

2. Thermometer

Perubahan suhu merupakan proses fisik pada molekul benda. Tiap benda mempunyai kepekaan yang berbeda terhadap perubahan suhu.berdasarkan prinsipnya thermometer dapat di golongkan dalam empat macam, yaitu :

  1. Thermometer berdasarkan prinsip pemuaian
  2. Thermometer berdasarkan arus listrik
  3. Thermometer berdasrkan prinsip perubahan tekanan dan volume gas
  4. Thermometer berdasrkan prinsip peubahan gelombang cahaya yang

di pancarkan oleh suatu permukaan bersuhu tinggi.

Adapun macam-macam pengukuran suhu udara tanah adalah sebagai berikut :

a.  Pengukuran Suhu Udara

Pengukuran suhu tanah dalam klimatologi harus di hindarkan dari beberapa gangguan, baik itu gangguan likal maupun gangguan lain. Gangguan-gangguan itu adalah sebagai berikut :

a)      Pengaruh radiasi matahari langsung dan pantulannya oleh benda-benda sekitar.

b)      Gangguan tetesan air hujan.

c)      Tiupan angina yang terlalu kuat.

d)      Pengaruh local gradient suhu tanah akibat pemanasan dan pendinginan permukaan tanah setempat.

Untuk mengatasi hal tersebut di perlukan adanya sangkar cuaca guna menempatkan alat pengukurannya. Sangkar ini berbentuk kotak segi empat dengan ukuran yang di sesuaikan dengan macam alat pengukur yang di sesuaiakan dengan macam alat pengukur yang akan di letakkan. Tubuh sangkat di buat dari bahan yang tidak mudah menyerap matahari dan umumnya di cat warna putih. Sangkar di letakkan dengan posisi pintu menghadap urtara atau selatan. Pada ekuator di pasang dua pintu untuk periode Maret 31-23 September di gunakan pintu selatan dan 23 september -21 Maret di gunakan pintu utara. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari radiasi matahari pada waktu pengamatan.

Kecepatan angina dalam sangkar yang masih di benarakan adalah < 2,5 meter/detik. Sangkar pada bagian lain tertutup dan untuk kepentingan pengukuran data iklim di pasang pada kertinggian 120 cm di atas permukaan tanah.

Di dalam sangkar di letakkan thermometer bola kering dan bola basah serta thermometer maksimum dan minimum. Suhu udara harian 24 jam dapat di hitung melalui kertas pias thermograph dengan mengambil rata-rata dari 12 titik waktu selang 2 jam.

b. Pengukuran Suhu Tanah

Suhu tanah berpengarh terhadap penyerapan air. Makin rendah suhu, makin sedikit air yang di serap oleh akar, karena itulah penurunan suhu tanah mendadak dapat menyebabkan kelayuan tanaman.

Pada stasiun Agroklimatologi pengukuran suhu tanah di lakukan dalam berbagai kedalaman, yaitu : 5;10;20;50; dan 100 cm di atas permukaan tanah. Pengukuran di lakukan pada tanah berumput pendek dan pada areal terbuka.

Thermometer tanah yang bias di gunakan antara lain adalah sebagai berikut :

a)      Theermometer Tanah Berselubung Kayu

Thermometer ini menggunakan thermometer Hg. Yang panjangnya di sesuaikan dengan kebutuhan dan di beri selunung kayu. Tipe ini mempunyai kelmahan yaitu pembacaan agak sulit di lakukan karena letaknya yang terlalu rendah dan selubung kayu mudah rusak.

b)      Thermometer Tanah Bengkok (Berskala Bengkok)

Jenis thermometer ini merupakan modifikasi bentuk thermometer air raksa. Untuk mempermudah pembacaan maka skala di nuat bengkok, dengan sudut : 6o;45o;15o; atau 0o atau 0o dari permukaan tanah. Thermometer berskala bengkok ini bekerja dengan baik sampai kedalaman 5;10 dan 20 cm. kelemahan jenis thermometer ini adalah mudahnya terjadi adhesi air raksa dengan dinding kaca karena radiasi intensif dari sinar matahari, sehingga radiasi skala perlu dlindungi kain putih atau selubung putih yang mengkilat.

About these ads

Entry filed under: Teknik Budidaya. Tags: .

II. JENIS DAN SYARAT TUMBUH NANAS III. TEKNIK BUDIDAYA NANAS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Top Rated

Feeds

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Blog Stats

  • 48,068 hits

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: